TSAoTSd7Gpr8TUz7TpriBUz6

Sekolah Rakyat 2026 Resmi Diluncurkan, Bupati Soppeng Siap Sukseskan Program Strategis Nasional

Soppeng, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengikuti kegiatan Launching Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Groundbreaking Pembangunan Sekolah Rakyat, secara daring melalui Zoom Meeting. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Laempa, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, yang merupakan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 64 Soppeng, pada Senin (12/1/2026).

Launching Sekolah Rakyat Tahun 2026 secara resmi dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Tercatat sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat tersebar di 34 provinsi sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Dalam laporannya, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden RI yang dirancang secara khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia.

Mensos menjelaskan bahwa mayoritas peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas. 

Proses penetapan siswa dilakukan secara objektif dan transparan, melalui verifikasi lapangan oleh pendamping sosial daerah, serta mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS). 

Seluruh proses tersebut dilaksanakan tanpa praktik titipan maupun pungutan, sejalan dengan arahan tegas Presiden RI.

Lebih lanjut, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, namun dikembangkan sebagai ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. 

Konsep pendidikan yang diterapkan mencakup sistem asrama, pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak boleh semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, melainkan harus dibarengi dengan pemerataan dan keberpihakan kepada rakyat paling bawah. 

Menurut Presiden, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, serta keterbelakangan pendidikan.

Presiden juga menyampaikan target ambisius pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa per sekolah. 

Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen utama dalam menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui jalur pendidikan yang berkeadilan.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung dan menyukseskan program prioritas nasional tersebut. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda dari keluarga kurang mampu.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng siap mendukung program Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan,” ujar Bupati.

Acara launching dan groundbreaking ini ditutup dengan persembahan seni dari para siswi Sekolah Rakyat Soppeng, berupa Tari Padduppa dan paduan suara, yang berlangsung khidmat, penuh semangat, serta mencerminkan optimisme terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah, para Kepala Bagian Setda, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, Camat Lalabata, serta Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Soppeng.

Komentar0

Type above and press Enter to search.