TSAoTSd7Gpr8TUz7TpriBUz6

Modernisasi Pertanian Soppeng: Lompatan Raksasa Suwardi-Selle Menuju Swasembada Pangan

SOPPENG – Pagi di hamparan sawah Kabupaten Soppeng kini tak lagi hanya dihiasi suara kicauan burung, melainkan deru mesin combine harvester dan traktor yang membelah kabut tipis. Pemandangan ini menjadi simbol nyata dari gelombang modernisasi pertanian yang tengah digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle. 

Memasuki tahun 2025, sektor pertanian bukan sekadar ditempatkan sebagai warisan tradisi, melainkan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang dikelola dengan pendekatan teknologi dan manajemen modern demi mewujudkan swasembada pangan serta kesejahteraan petani yang berkelanjutan.

Komitmen besar pasangan Suwardi-Selle ini terefleksi jelas dalam pengalokasian anggaran prasarana dan sarana pertanian yang mencapai angka fantastis sebesar Rp57,17 miliar pada tahun 2025. Dana yang bersumber dari sinergi APBD Kabupaten dan pusat ini dialokasikan untuk membedah hambatan klasik petani, salah satunya melalui pembangunan jalan pertanian sepanjang 7,36 kilometer dengan anggaran Rp2,3 miliar serta empat unit irigasi tingkat usaha tani senilai Rp648 juta. 

Infrastruktur ini menjadi urat nadi baru yang memudahkan transportasi hasil panen dari pelosok lahan ke pasar, sekaligus menjamin stabilitas pasokan air yang selama ini menjadi kendala utama pada musim tanam.

Transformasi energi juga menjadi catatan penting dalam sejarah pertanian Soppeng melalui program Listrik Masuk Sawah (LMS) yang menelan anggaran Rp19,2 miliar. Program ini merupakan buah kolaborasi strategis dengan Kementerian Pertanian yang mencakup pembangunan 100 unit jaringan listrik, di mana 80 unit bersumber dari APBN dan 20 unit dari APBD Kabupaten. Inovasi ini memungkinkan petani meninggalkan pompa berbahan bakar minyak yang mahal dan beralih ke pompa listrik yang jauh lebih efisien, baik untuk lahan rawa maupun non-rawa. 

Di lapangan, efisiensi ini semakin nyata dengan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp28,3 miliar, yang mencakup puluhan unit traktor roda empat, traktor roda dua, hingga traktor crawler yang mampu menjangkau medan sulit yang sebelumnya mustahil diolah secara mekanis.

Tidak hanya berhenti pada pengadaan mesin, pemerintah daerah juga memastikan kualitas input produksi dengan menyalurkan benih dan bibit unggul senilai Rp6,6 miliar. Bantuan ini mencakup ratusan ribu kilogram benih padi dan jagung, serta puluhan ribu batang bibit kakao dan pala untuk diversifikasi komoditas. Kehadiran teknologi seperti drone untuk penyemprotan pupuk dan insektisida kini juga mulai menjadi pemandangan lumrah di kelompok-kelompok tani. 

Teknologi ini terbukti mampu memangkas waktu kerja dari hitungan hari menjadi hitungan jam, sekaligus meminimalisir risiko paparan bahan kimia langsung terhadap para petani. Semua rangkaian bantuan ini membentuk satu ekosistem produksi yang efektif, di mana setiap alat dan infrastruktur saling mendukung untuk meningkatkan indeks pertanaman secara signifikan.

Menatap masa depan, keberhasilan lobi strategis Bupati Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian di Jakarta pada akhir Oktober 2025 telah membuahkan hasil luar biasa bagi tahun anggaran 2026. Kabupaten Soppeng dipastikan memperoleh alokasi anggaran tambahan sebesar Rp67,96 miliar. Dana segar ini diproyeksikan untuk akselerasi program prioritas yang selaras dengan Asta Cita Presiden, mulai dari cetak sawah baru seluas 300 hektar, optimasi lahan non-rawa seluas 6.256 hektar, hingga pembangunan 134 unit irigasi perpompaan. 

Langkah ambisius ini menegaskan bahwa visi Suwardi-Selle bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan implementasi nyata di lapangan yang mengubah wajah Bumi Latemmamala menjadi lumbung pangan modern yang tangguh dan menyejahterakan masyarakatnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.