SOPPENG — Bupati Soppeng memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (21/5/2026). Pertemuan strategis ini digelar guna memperkuat peran GTRA dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan dan penataan ruang di Kabupaten Soppeng.
Rakor ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kantor Pertanahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta jajaran camat, lurah, dan kepala desa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN dan KPK pada 29 April 2026 lalu mengenai optimalisasi peran GTRA dalam merespons isu-isu strategis pertanahan.
Dalam arahannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa pelaksanaan reforma agraria di daerah harus diarahkan untuk menjawab persoalan krusial. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan penanganan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) yang nantinya akan disinergikan dengan program ketahanan pangan serta dukungan terhadap program strategis nasional.
"Reforma agraria harus hadir sebagai solusi konkret atas persoalan pertanahan kita, termasuk pemanfaatan lahan eks HGU demi mendukung ketahanan pangan dan program strategis nasional," ujar Bupati Soppeng.
Sejumlah lokasi eks HGU yang kini menjadi perhatian serius Pemkab Soppeng antara lain:
* Lahan PT Coppo Bina Atakka di Desa Sering.
* Lahan PT Sering Raya di Desa Sering.
* Lahan eks HGB PTPN di Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja yang haknya telah berakhir namun belum diperpanjang.
Selain sektor pertanahan, rakor ini juga membedah progres revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Soppeng yang saat ini telah memasuki tahapan krusial, yaitu persetujuan substansi. Terkait hal ini, Bupati menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan keterlibatan dan peran aktif mereka agar proses revisi berjalan lancar.
Mengakhiri arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota GTRA Kabupaten Soppeng atas dedikasi mereka. Ia berharap rakor ini dapat melahirkan langkah-langkah konkret yang tidak hanya memperkuat reforma agraria di daerah, tetapi juga selaras dalam mendukung program Asta Cita Presiden.


Komentar0