TSAoTSd7Gpr8TUz7TpriBUz6

Menuju Kemandirian Pangan: Tim Cara’de BEM KMF TP Unhas Edukasi Warga Desa Tinggimae Optimalisasi Kolam Ikan dan Green House

GOWA — Dalam upaya nyata memperkuat pilar ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, mahasiswa yang tergabung dalam Tim Cara’de BEM KMF TP UH (Universitas Hasanuddin/Unhas) menggelar aksi strategis di Kabupaten Gowa. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, mereka sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan dan Budidaya Kolam Ikan serta Green House pada Rabu (1/7/2026) pukul 15.30 WITA.

Kegiatan yang berpusat di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa ini dirancang secara komprehensif untuk membekali masyarakat setempat dengan pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis. Fokus utamanya adalah mengadopsi teknologi pertanian serta perikanan modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.

Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen penggerak kemajuan desa, mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT), kader Posyandu, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Tinggimae. Sinergi lintas generasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi sektor pangan domestik.

Untuk memberikan pemahaman mendalam, Tim Cara’de menghadirkan para pakar yang kompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai pengelolaan greenhouse dan budidaya hidroponik dikupas tuntas oleh Syamsul Arsy, selaku Founder Barombong Hydro Farm.

Dalam pemaparannya yang interaktif, Syamsul membedah berbagai keunggulan sistem hidroponik yang diintegrasikan di dalam struktur greenhouse dibandingkan dengan pertanian konvensional berbasis tanah. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil panen, melainkan juga secara signifikan menekan biaya operasional yang kerap menjadi kendala bagi petani lokal.

"Biaya pupuk pada sistem hidroponik jauh lebih murah dibandingkan pertanian konvensional. Selain itu, penggunaan pestisida di greenhouse juga lebih minim karena tanaman telah terlindungi secara fisik dari serangan hama melalui jaring pelindung seperti insect net," jelas Syamsul Arsy.

Sesi kedua tidak kalah menarik dengan mengulas tentang tata kelola dan budidaya perikanan darat. Materi ini dibawakan oleh Andi Nur Aeni, S.Pi., M.Si., seorang Penyuluh Perikanan Madya yang memiliki rekam jejak panjang dalam pembinaan kelompok budidaya ikan.

Andi Nur Aeni menyoroti tantangan keterbatasan lahan yang kerap dialami oleh masyarakat perkotaan maupun semi-perkotaan. Sebagai solusinya, ia memperkenalkan metode aquaponik—sebuah sistem yang mengawinkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan.

"Aquaponik dapat menjadi solusi cerdas bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Metode ini sangat fleksibel karena dapat diterapkan langsung di halaman rumah dengan memanfaatkan kolam terpal maupun ember bekas. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat membudidayakan ikan sekaligus memanen sayuran segar secara efisien dan simultan," ungkap Andi Nur Aeni.

Sepanjang pelatihan berlangsung, suasana diskusi interaktif dan sesi tanya jawab tampak hidup. Para peserta secara aktif berkonsultasi mengenai teknis pembuatan kolam terpal, manajemen nutrisi air hidroponik, hingga proteksi tanaman dari perubahan cuaca ekstrem.

Melalui inisiatif ini, Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin menaruh harapan besar bagi masa depan Desa Tinggimae. Mereka optimis bahwa ilmu dan keterampilan praktis yang telah dibagikan tidak akan berhenti sebagai wacana, melainkan diimplementasikan secara nyata di lingkungan rumah tangga dengan teknologi sederhana yang mudah dijangkau.

Penerapan teknologi tepat guna ini diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas sektor domestik warga, memperkokoh ketahanan pangan mandiri dari pekarangan rumah, sekaligus membuka keran peluang usaha baru. Pada jangka panjang, keberhasilan program ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal demi meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Tinggimae secara berkelanjutan.

Komentar0

Type above and press Enter to search.