SOPPENG – Dalam upaya meningkatkan kualitas serta mengakselerasi ekosistem inovasi di sektor pendidikan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., memimpin langsung rapat koordinasi persiapan pelaporan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2026.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Selasa (14/07/2026). Rapat dihadiri oleh 21 calon inovator pendidikan yang saat ini tengah menjalani tahapan penilaian untuk kategori inovasi daerah.
Dalam arahannya, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan data dan administrasi bagi setiap inovator. Menurutnya, pelaporan pengukuran IID bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan dari komitmen daerah dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Inovasi yang kita lahirkan harus memiliki daya ungkit yang kuat. Saya berharap kepada 21 calon inovator ini agar memastikan seluruh instrumen pendukung dalam pelaporan nanti benar-benar valid dan sesuai dengan progres di lapangan," ujar H. Nur Alim di sela-sela rapat.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng berkomitmen penuh untuk melakukan pendampingan kepada para inovator, mulai dari tahapan penyusunan profil inovasi, pemenuhan data dukung, hingga penginputan dalam sistem pelaporan IID secara nasional.
Proses penilaian terhadap 21 inovator ini diharapkan mampu menghasilkan terobosan-terobosan baru yang dapat diimplementasikan guna menjawab tantangan pendidikan di Soppeng, serta mendongkrak skor Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Soppeng tahun 2026.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi teknis mengenai strategi penguatan narasi inovasi dan validasi data dukung yang akan diunggah ke sistem pelaporan, guna memastikan seluruh kreasi inovator pendidikan di Soppeng terakreditasi dengan nilai maksimal.


Komentar0