TSAoTSd7Gpr8TUz7TpriBUz6

Manfaatkan Media Sosial sebagai Etalase Digital, Warga Desa Tinggimae Ikuti Pelatihan Cara’de Pabuloang


GOWA — Tim Cara’de BEM KMF TP UH melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 menggelar Cara’de Pabuloang: Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Kreatif dan Promosi di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, aparat desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pelatihan ini menghadirkan Ahmad Nurkholis Arif, S.Ds. (Kholis Works) sebagai narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang desain, branding, strategi bisnis, digital advertising, dan marketing. Sejak 2016 hingga 2026, Ahmad telah menangani lebih dari 116 proyek dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN, properti, food and beverage (F&B), teknologi, pendidikan, sosial, hingga organisasi nasional.

Pengalamannya mencakup berbagai proyek dan pendampingan untuk sejumlah institusi dan perusahaan, di antaranya FHCI, BPJS, Pelindo, Pertamina, APJII, Angkasa Pura, serta berbagai UMKM dan bisnis lokal. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memberikan perspektif praktis kepada peserta mengenai bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan bukan sekadar sebagai ruang publikasi, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun merek dan mempromosikan produk.

Dalam pelatihan, peserta dibekali pengetahuan mengenai cara membuat dan mengelola akun media sosial yang optimal dan menarik, menyusun konten secara terencana, serta membangun konsistensi dalam mengunggah konten. Peserta juga didorong untuk menghasilkan konten yang menarik sehingga dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan jumlah pengikut.

Kholis menekankan bahwa media sosial dapat menjadi etalase digital yang berperan dalam membangun tahapan hubungan antara calon konsumen dengan sebuah produk, mulai dari mengenal, percaya, hingga akhirnya melakukan pembelian. Karena itu, konten promosi tidak cukup hanya menampilkan produk, tetapi perlu mampu menyampaikan manfaat dan pengalaman kepada audiens.

“Jangan hanya membuat orang melihat produk, tetapi buat mereka merasakan manfaatnya dan membayangkan pengalaman saat memilikinya.”

Selain strategi pembuatan konten, peserta diperkenalkan pada prinsip “mulai kecil, konsisten, ukur” sebagai langkah sederhana dalam membangun pemasaran digital. Peserta didorong untuk tidak merasa harus hadir di seluruh platform media sosial, melainkan memulai dari satu atau dua platform yang paling dekat dengan calon pembeli.

Strategi tersebut juga menekankan pentingnya konsistensi. Peserta diarahkan untuk membangun kebiasaan publikasi secara bertahap, mulai dari merapikan profil, menyiapkan aset foto produk, membuat konten edukasi, menampilkan bukti atau testimoni, menggunakan story dan call to action (CTA), hingga mengevaluasi respons audiens melalui interaksi dan insight.

Pelatihan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni membekali peserta agar mampu membuat dan mengelola akun media sosial secara optimal dan menarik, meningkatkan keterampilan dalam menyusun serta mengunggah konten secara konsisten dan terencana, serta mendorong peserta menghasilkan konten yang menarik untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan jumlah pengikut.

Melalui Cara’de Pabuloang, Tim Cara’de BEM KMF TP UH berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai strategi media sosial, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung untuk mendukung promosi produk, kegiatan, dan potensi Desa Tinggimae.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong masyarakat Desa Tinggimae untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital serta mampu menjadikan media sosial sebagai ruang produktif untuk membangun citra, memperluas jejaring, dan meningkatkan nilai ekonomi produk desa.

Komentar0

Type above and press Enter to search.