TSAoTSd7Gpr8TUz7TpriBUz6

Tudingan Miring Karyawan Yayasan MBG Soppeng Soal Wartawan Disayangkan Ketua JOIN

Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Soppeng, Herwan, S.H., M.Si., menyayangkan pernyataan seorang karyawan yayasan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kemakmuran, Kabupaten Soppeng, yang diduga menyudutkan profesi wartawan saat dimintai keterangan terkait terhentinya penyaluran makanan ke sejumlah sekolah.

Mengutip pemberitaan Potretsulsel.com, Kamis (29/10/2026), karyawan perempuan tersebut menyampaikan keberatan dengan adanya pemberitaan mengenai penghentian distribusi MBG. Ia bahkan mempertanyakan alasan media mengangkat persoalan tersebut, meskipun menyangkut pelayanan program yang diperuntukkan bagi masyarakat.

“Apa masalahnya kalau terhenti, na ndak adaji keberatan dari orang tua murid. Apa hubungannya media menulis masalah ini,” demikian pernyataan yang dikutip dari pemberitaan tersebut.

Karyawan itu juga melontarkan dugaan bahwa pemberitaan semacam itu berujung pada permintaan uang oleh wartawan kepada pihak yayasan.

“Terus, kalau berita seperti ini ditulis, ujung-ujungnya wartawan pasti minta uang saja ke yayasan, sudah banyak kejadian,” ujarnya sebelum masuk ke dalam dapur.

Pernyataan tersebut menuai sorotan Ketua JOIN Soppeng, Herwan. Ia menyayangkan munculnya tudingan yang dapat membentuk persepsi negatif terhadap profesi wartawan tanpa disertai penjelasan mengenai fakta atau kasus spesifik yang mendasarinya.

Menurut Herwan, wartawan memiliki tugas mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, ketika terjadi penghentian penyaluran makanan dalam program MBG, permintaan konfirmasi kepada pengelola merupakan bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang.

Ia menilai persoalan tersebut tidak semestinya dialihkan menjadi tudingan terhadap profesi jurnalistik. Pihak pengelola seharusnya menjelaskan alasan penghentian distribusi, kendala yang dihadapi, serta langkah yang akan ditempuh agar pelayanan kepada penerima manfaat kembali berjalan.

Herwan juga meminta pengelola dapur MBG memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program MBG di Jalan Kemakmuran, Soppeng, disebut telah dua kali mengalami penghentian sementara atau suspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena diduga bermasalah.

Informasi tersebut menjadi penting untuk ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait penyebab penghentian sementara, status operasional dapur, serta dampaknya terhadap penyaluran makanan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.

Meski demikian, alasan dan status penghentian sementara tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari BGN maupun pihak pengelola SPPG agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat.

Program MBG merupakan program pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan penerima manfaat. Oleh karena itu, transparansi pengelolaan, keterbukaan terhadap konfirmasi media, dan kejelasan informasi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yayasan maupun pengelola SPPG terkait pernyataan karyawannya serta informasi mengenai penghentian sementara operasional dapur tersebut.


(Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.